Sintang – Persatuan Perempuan Dayak (PPD) Cabang Sintang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Minggu (31/8). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi perempuan Dayak dalam memperkuat peran, solidaritas, serta kontribusi nyata mereka terhadap pembangunan daerah dan pelestarian budaya.
Agenda Muscab: Evaluasi dan Pemilihan Pengurus Baru
Muscab PPD Cabang Sintang digelar sebagai forum tertinggi di tingkat cabang. Dalam kesempatan ini, para anggota membahas evaluasi kinerja pengurus periode sebelumnya, merumuskan program kerja strategis, serta melaksanakan pemilihan pengurus baru untuk periode mendatang.
“Kami berharap Muscab kali ini mampu melahirkan gagasan-gagasan segar, sekaligus memilih pengurus yang benar-benar siap bekerja untuk kepentingan perempuan Dayak dan masyarakat luas,” ujar Ketua Panitia Muscab, Maria Yuliana.
Perempuan Dayak sebagai Garda Pelestari Budaya
Dalam sambutannya, perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPD Kalimantan Barat menegaskan bahwa perempuan Dayak memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya leluhur. Melalui Muscab ini, diharapkan lahir program-program yang tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi dan pendidikan, tetapi juga penguatan identitas budaya.
“Perempuan Dayak adalah penjaga tradisi. Mereka yang mengajarkan bahasa, seni, dan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi berikutnya. Karena itu, peran mereka tidak boleh dipandang sebelah mata,” tegasnya.

Baca juga: Ketua Umum KONI Sintang Resmi Dilantik
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Sintang melalui perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab ini. Menurutnya, organisasi perempuan, khususnya PPD, telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program sosial.
“Sinergi dengan organisasi seperti PPD sangat membantu pemerintah, terutama dalam program pemberdayaan perempuan, peningkatan literasi, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Kepala DP3A Sintang.
Harapan Anggota PPD
Para anggota PPD Cabang Sintang menyampaikan harapan agar pengurus yang terpilih nantinya lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan di akar rumput. Selain itu, mereka menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam organisasi, agar semangat perjuangan tetap berkelanjutan.
“Kami ingin ada wadah pelatihan keterampilan, program beasiswa, dan ruang diskusi untuk anak-anak muda Dayak agar mereka tidak tercerabut dari akar budayanya,” ungkap Roslina, salah satu anggota aktif PPD.
Menuju Perempuan Dayak yang Berdaya dan Mandiri
Muscab yang berlangsung sehari penuh ini ditutup dengan semangat kebersamaan dan deklarasi untuk memperkuat organisasi di segala lini. PPD Cabang Sintang menegaskan komitmennya untuk terus bergerak, memperjuangkan hak-hak perempuan, sekaligus menjaga eksistensi budaya Dayak di tengah arus globalisasi.
“Kami percaya, dengan persatuan dan tekad kuat, perempuan Dayak bisa berkontribusi besar tidak hanya untuk keluarga dan komunitas, tetapi juga untuk kemajuan Sintang dan Kalimantan Barat secara keseluruhan,” tutup Ketua PPD Cabang Sintang terpilih.
















