Info Sintang — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sintang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2025 sebagai bentuk evaluasi kinerja sekaligus penyusunan program strategis untuk tahun mendatang. Acara ini berlangsung di Pendopo Bupati Sintang, Senin (27/10/2025), dan dihadiri oleh jajaran pengurus PKK kecamatan, kepala perangkat daerah, serta sejumlah organisasi wanita.
Bahas Evaluasi dan Arah Kebijakan Baru
Ketua TP PKK Kabupaten Sintang, Ny. Rosinta Jarot Winarno, dalam sambutannya menekankan pentingnya Rakerda sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antara PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
“PKK memiliki peran besar dalam pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat. Melalui Rakerda ini, kita ingin menyatukan langkah agar setiap program berjalan efektif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rosinta, Rakerda kali ini juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari stunting, ketahanan pangan keluarga, pendidikan anak usia dini, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan.
“Kami ingin memastikan seluruh kader PKK menjadi motor penggerak di masyarakat — bukan hanya dalam kegiatan sosial, tapi juga dalam peningkatan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.
Fokus pada Penurunan Stunting dan Pemberdayaan Ekonomi
Dalam Rakerda tersebut, isu penurunan angka stunting menjadi pembahasan utama. Pemerintah Kabupaten Sintang bersama TP PKK berkomitmen memperkuat edukasi gizi keluarga, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan rumah tangga.
Kepala Dinas Kesehatan Sintang, dr. Herry Yanto, yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata PKK dalam program pencegahan stunting. “Kader PKK adalah ujung tombak di lapangan. Mereka membantu pemerintah dalam menyampaikan edukasi gizi, pola asuh, dan kesehatan reproduksi keluarga,” ujarnya.
Selain itu, bidang ekonomi juga menjadi fokus utama. Melalui kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM, PKK akan membantu kelompok perempuan desa dalam pengembangan usaha mikro berbasis rumah tangga, seperti olahan pangan lokal, tenun, dan kerajinan tangan.

Baca juga: Sekolah Rakyat di Sintang Harapan Baru Masyarakat Miskin
Peran Kader PKK di Era Digital
Rakerda juga menyoroti pentingnya adaptasi PKK terhadap transformasi digital. Kader di tingkat desa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk promosi produk lokal, sosialisasi kesehatan keluarga, serta dokumentasi kegiatan secara daring.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, yang membuka secara resmi kegiatan ini, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung digitalisasi kegiatan PKK.
“Era sekarang menuntut perubahan. Kader PKK harus melek teknologi agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat dan memperluas dampak sosialnya,” kata Yosepha.
Harapan dan Komitmen Bersama
Dalam sesi penutupan, peserta Rakerda menyepakati beberapa poin penting, antara lain penguatan koordinasi lintas bidang, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan berkelanjutan, serta pelibatan PKK dalam setiap program pembangunan daerah.
Ketua TP PKK Sintang, Rosinta Jarot, menegaskan bahwa hasil Rakerda ini akan dijadikan dasar penyusunan rencana kerja tahun 2026. “Kita akan terus bergerak, berinovasi, dan bekerja dengan hati. Karena kesejahteraan keluarga adalah kunci kemajuan daerah,” ujarnya menutup kegiatan.
Dorong Sinergi PKK dan Pemerintah Desa
Rakerda tahun ini juga menghasilkan komitmen bersama agar setiap desa mengalokasikan dukungan anggaran melalui dana desa untuk kegiatan PKK yang selaras dengan prioritas pembangunan lokal.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, TP PKK Sintang berharap dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan keluarga di seluruh pelosok Kabupaten Sintang.
















