Info Sintang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan Kelam Tourism Festival (KTF) 2025, sebuah agenda tahunan yang menjadi ikon pariwisata daerah dan bagian dari kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Rapat koordinasi persiapan festival digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Sintang, Selasa (4/11/2025), dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Sintang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yustinus, mewakili Bupati Sintang Jarot Winarno.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Polres Sintang, Kodim 1205, serta sejumlah komunitas pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif.
Festival Andalan Sintang
Dalam arahannya, Yustinus menegaskan bahwa Kelam Tourism Festival 2025 harus menjadi penyelenggaraan terbaik sepanjang sejarahnya, karena event ini sudah menjadi agenda kebanggaan masyarakat Sintang dan dikenal luas hingga ke tingkat nasional.
“Festival ini bukan sekadar hiburan, tapi momentum promosi besar untuk pariwisata Sintang. Kita ingin menampilkan Kelam Permai sebagai destinasi unggulan Kalimantan Barat yang kaya akan budaya, alam, dan kuliner,” ujarnya.
Yustinus juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar bekerja maksimal dan bersinergi dalam menyiapkan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, kebersihan lokasi, keamanan, dan fasilitas umum bagi wisatawan.
Rangkaian Kegiatan Budaya dan Wisata Alam
Kepala Disporapar Kabupaten Sintang, Maryono, menjelaskan bahwa KTF 2025 akan mengusung tema “Pesona Alam dan Budaya di Kaki Bukit Kelam”, yang memadukan atraksi budaya, pameran ekonomi kreatif, dan wisata petualangan alam.
Beberapa agenda unggulan yang akan digelar di antaranya lomba panjat Bukit Kelam, karnaval budaya nusantara, festival kuliner khas Dayak dan Melayu, serta pagelaran seni musik etnik modern.
“Kami ingin pengunjung mendapatkan pengalaman lengkap — dari menikmati keindahan Bukit Kelam, mencicipi kuliner khas, hingga mengenal tradisi lokal. Semua dikemas dengan sentuhan modern namun tetap menjaga kearifan lokal,” terang Maryono.
Selain itu, tahun ini KTF juga akan memperkenalkan zona baru bernama Kelam Adventure Park, yang menampilkan wahana olahraga alam seperti paralayang, sepeda gunung, dan camping area.

Baca juga: Dua Pelajar MTsN Sintang Ikuti Ajang KREASI
Sinergi Lintas Sektor dan Partisipasi Masyarakat
Pemkab Sintang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar penyelenggaraan festival berjalan lancar. Dukungan penuh dari aparat keamanan, petugas kesehatan, hingga relawan kebersihan akan menjadi kunci sukses acara ini.
“Festival ini bukan hanya milik pemerintah, tapi milik semua masyarakat Sintang. Kami mengajak UMKM, komunitas seni, hingga kelompok pemuda untuk ikut berpartisipasi aktif,” kata Yustinus.
Dalam rapat tersebut juga dibahas upaya memperkuat promosi digital melalui media sosial, website pariwisata, serta kerja sama dengan influencer lokal dan nasional untuk memperluas jangkauan promosi.
Harapan Jadi Magnet Wisata Nasional
Disporapar menargetkan lebih dari 25 ribu pengunjung akan hadir selama festival berlangsung, termasuk wisatawan dari luar Kalimantan. Event ini juga diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM, pengrajin, dan sektor perhotelan.
“Kelam Tourism Festival 2025 harus menjadi bukti bahwa Sintang siap menjadi destinasi wisata unggulan di Kalimantan Barat,” tegas Maryono.
Menutup rapat, Yustinus menyampaikan optimisme bahwa KTF tahun ini akan menjadi ajang promosi pariwisata paling spektakuler di Sintang. “Kami ingin setiap pengunjung yang datang membawa pulang pengalaman tak terlupakan tentang keindahan Bukit Kelam dan keramahan masyarakat Sintang,” ujarnya.
Dengan persiapan yang semakin matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Kelam Tourism Festival 2025 siap menjadi panggung besar bagi budaya, pariwisata, dan kebanggaan masyarakat Sintang.
















