Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Aktivis Lingkungan Ungkap Penyebab Seringnya Banjir di Sintang

cek disini

Info Sintang — Banjir yang kerap melanda Kabupaten Sintang dalam beberapa tahun terakhir kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah aktivis lingkungan menilai bahwa bencana ini bukan hanya akibat curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu oleh kerusakan ekosistem yang semakin parah. Mereka mendesak pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil langkah terukur guna mencegah bencana serupa terus berulang.

Laju Deforestasi Jadi Faktor Utama

Aktivis lingkungan dari sebuah komunitas pemerhati sungai di Sintang menyebutkan bahwa deforestasi besar-besaran dalam dua dekade terakhir menjadi penyebab utama banjir. Menurutnya, pembukaan lahan masif — baik untuk perkebunan, pertambangan, maupun pembangunan — menyebabkan hilangnya area resapan air.

“Hutan yang seharusnya menjadi penyangga air kini banyak beralih fungsi. Ketika hujan deras turun, air tidak lagi terserap, melainkan langsung meluap ke permukiman,” ujarnya.

Selain itu, banyaknya bukit dan perbukitan di hulu Sungai Kapuas yang kini terbuka juga mempercepat aliran permukaan, memperbesar risiko banjir bandang.

Pendangkalan Sungai Akibat Sedimentasi

Selain kerusakan hutan, pendangkalan sungai turut memperparah situasi. Aktivis mencatat bahwa sedimentasi meningkat karena erosi tanah dari kawasan yang tidak lagi tertutup vegetasi. Sungai-sungai kecil yang bermuara ke Sungai Kapuas tidak mampu menampung volume air besar, sehingga melimpah ke daratan.

“Kondisi sungai di beberapa tempat sudah kritis. Jika tidak dilakukan pengerukan dan rehabilitasi, banjir akan terus terjadi meskipun hujan tidak terlalu ekstrem,” kata seorang aktivis lainnya.

Aktivis Lingkungan
Aktivis Lingkungan

Baca juga: Relima Sintang Raih Juara 2 Esai Perpusnas

Sistem Drainase Perkotaan Belum Optimal

Di wilayah perkotaan Sintang, masalah banjir juga disebabkan oleh sistem drainase yang belum memadai. Banyak saluran air tersumbat oleh sampah, sedangkan beberapa titik tidak memiliki infrastruktur pembuangan air yang baik.

Kawasan permukiman padat dilaporkan mengalami genangan berulang setiap musim hujan. Aktivis menilai bahwa kurangnya perencanaan tata ruang yang ramah lingkungan turut memperburuk situasi.

Pengaruh Perubahan Iklim

Perubahan iklim global juga dianggap berperan dalam meningkatnya curah hujan ekstrem di wilayah Kalimantan Barat, termasuk Sintang. Cuaca yang tidak menentu memperpanjang durasi musim basah dan menambah frekuensi hujan lebat.

“Perubahan pola iklim membuat intensitas hujan lebih sulit diprediksi. Tanpa kesiapan yang matang, wilayah-wilayah rawan akan selalu terancam,” jelas aktivis tersebut.

Seruan untuk Pemerintah dan Perusahaan

Para aktivis mendesak pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah nyata. Beberapa rekomendasi yang mereka ajukan antara lain:

  • Rehabilitasi hutan dan daerah tangkapan air

  • Pengawasan ketat terhadap pembukaan lahan

  • Program pengerukan sungai dan normalisasi aliran air

  • Perbaikan sistem drainase kota

  • Edukasi lingkungan kepada masyarakat

Menurut mereka, solusi banjir Sintang tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi yang kuat agar perubahan signifikan dapat terjadi.

Harapan untuk Sintang yang Lebih Tahan Bencana

Meski kondisi saat ini cukup mengkhawatirkan, para aktivis tetap optimistis Sintang dapat memperbaiki diri jika penanganan dilakukan secara holistik. Mereka berharap pemerintah menjadikan hasil kajian lingkungan sebagai dasar kebijakan strategis.

“Banjir ini bukan kutukan. Ada penyebab yang jelas, dan karena itu harus diselesaikan dengan langkah nyata. Sintang punya peluang besar untuk pulih jika ada komitmen bersama,” tegas mereka.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *