Info Sintang — Pemerintah Kabupaten Sintang terus memperkuat langkah penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) dengan mengintensifkan Program Desa dan Kelurahan Siaga TBC. Program ini digencarkan sebagai respon atas meningkatnya kebutuhan deteksi dini sekaligus penguatan edukasi masyarakat terhadap bahaya dan penularan penyakit tersebut.
Langkah ini sejalan dengan target nasional eliminasi TBC pada 2030, di mana peran komunitas dan pemerintahan tingkat desa dianggap kunci untuk mempercepat cakupan layanan kesehatan.
Fokus Utama: Deteksi Dini dan Peran Kader
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Kesehatan memperkuat kapasitas kader TBC yang tersebar di desa dan kelurahan. Para kader dilatih untuk:
-
Melakukan penyuluhan door to door
-
Mengidentifikasi warga yang mengalami gejala TBC
-
Mengarahkan pasien untuk pemeriksaan dahak ke fasilitas kesehatan
-
Memastikan pasien yang sedang menjalani pengobatan tetap patuh minum obat
Kadis Kesehatan Sintang menegaskan bahwa deteksi dini memiliki peran besar dalam memutus rantai penularan. “Ketika masyarakat cepat memeriksakan diri dan segera mendapat pengobatan, risiko penularan TBC dapat ditekan,” ujarnya.
Melibatkan RT/RW dan Pemerintah Desa
Program Desa dan Kelurahan Siaga TBC tidak hanya melibatkan kader kesehatan, tetapi juga perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, dan kelompok agama. Mereka berfungsi sebagai jembatan untuk memperluas jangkauan edukasi dan mendorong masyarakat memahami gejala serta penanganannya.
Pemerintah desa diminta aktif menyusun program pencegahan TBC melalui:
-
Sosialisasi rutin dalam kegiatan kemasyarakatan
-
Pemasangan media edukasi di fasilitas umum
-
Penganggaran dukungan kesehatan melalui dana desa
-
Mendorong desa menjadi Desa Bebas TBC

Baca juga: Sintang Gencarkan Imbauan Pengurangan Plastik Sekali Pakai
Tantangan Masih Ada
Meski program berjalan baik, beberapa tantangan masih muncul, terutama terkait stigma dan ketakutan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Ada pula kendala jarak dan akses bagi warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.
Menurut petugas lapangan, sebagian warga masih menganggap TBC sebagai penyakit yang memalukan, sehingga sering menunda pemeriksaan. Hal inilah yang membuat edukasi menjadi komponen paling penting dalam program desa siaga.
Komitmen Sintang Capai Eliminasi TBC
Pemerintah Kabupaten Sintang menegaskan bahwa gerakan Desa dan Kelurahan Siaga TBC merupakan upaya berkelanjutan. Pemerintah juga bekerja sama dengan puskesmas, lembaga sosial, hingga mitra internasional untuk memastikan penanganan TBC berjalan terpadu.
“Program ini harus menjadi gerakan bersama. Tidak cukup hanya dari dinas kesehatan, tetapi harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” kata salah satu pejabat Dinkes Sintang.
Dengan penguatan desa siaga, Pemerintah Kabupaten Sintang menargetkan peningkatan cakupan deteksi dini dan penyelesaian pengobatan secara tuntas, sekaligus mendorong komunitas lebih peduli terhadap kesehatan lingkungannya.
















