
Info Sintang – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan maksimal kepada calon jamaah haji (JCH) meskipun sedang melakukan efisiensi anggaran. Langkah ini bertujuan agar pelayanan tetap optimal tanpa mengurangi kualitas pendampingan, informasi, dan fasilitas bagi para JCH.
Bupati Kotim menekankan bahwa pelayanan jamaah haji merupakan prioritas utama, dan setiap kebijakan anggaran difokuskan agar kebutuhan JCH tetap terpenuhi.
Efisiensi Anggaran Tidak Mengurangi Layanan
Meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi belanja, hal ini tidak mempengaruhi kelancaran persiapan keberangkatan maupun pendampingan selama proses haji. Pemkab Kotim memastikan alokasi anggaran untuk JCH tetap ada dan difokuskan pada kebutuhan pokok yang langsung berdampak pada kenyamanan jamaah.
Efisiensi dilakukan dengan meninjau ulang pos-pos belanja yang tidak langsung terkait pelayanan JCH, sehingga kualitas layanan tetap terjaga.

Baca juga: Kodim Muara Teweh siap bangun Jembatan Gantung Garuda di Desa Liang Buah
Koordinasi Intensif dengan Kemenag dan Pihak Terkait
Pemkab Kotim juga terus melakukan koordinasi intensif dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat serta pihak terkait lainnya untuk memastikan semua persiapan keberangkatan dan pelayanan selama haji berjalan lancar.
Langkah koordinasi ini meliputi pendataan JCH, sosialisasi prosedur keberangkatan, hingga pemantauan kesehatan jamaah sebelum dan selama perjalanan.
Fokus pada Kesejahteraan dan Kenyamanan JCH
Selain efisiensi anggaran, perhatian utama tetap pada kesejahteraan dan kenyamanan para calon jamaah. Pemerintah daerah menyiapkan berbagai fasilitas yang mendukung, termasuk akomodasi, transportasi, serta pelayanan informasi yang akurat.
Pendampingan yang maksimal juga diberikan untuk membantu JCH menghadapi berbagai prosedur administratif dan kesehatan yang wajib dipenuhi.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pelayanan Publik
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkab Kotim menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Efisiensi anggaran bukan berarti pengurangan kualitas layanan, melainkan penataan prioritas agar manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya calon jamaah haji, tetap optimal.















