Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

BPJS Tak Dibayar Selama 16 Bulan, Sukwan RS Sintang Selesai

BPJS Tak Dibayar Selama 16 Bulan, Sukwan RS Sintang Selesai

cek disini

Sintang- BPJS Tak Dibayar Selama 16 Bulan, Sukwan RS Sintang Akhirnya Capai Kesepakatan Ketegangan antara tenaga sukarelawan (sukwan) dan manajemen Rumah Sakit Tingkat IV Sintang akhirnya berakhir damai setelah melalui aksi protes dan perundingan alot. Para sukwan yang selama 16 bulan tidak menerima pembayaran jasa pelayanan BPJS Kesehatan akhirnya mendapatkan kepastian melalui komitmen tertulis dari pihak rumah sakit.

Aksi Protes yang Berujung Damai

Pada Senin (9/6/2025), puluhan tenaga sukwan dari berbagai unit layanan—seperti IGD, laboratorium, dan administrasi—menggelar aksi protes di lingkungan RS Tingkat IV Sintang. Mereka menuntut kejelasan pembayaran jasa BPJS yang belum dibayarkan sejak 16 bulan terakhir.

“Kami hanya menuntut hak kami. Sudah 16 bulan jasa BPJS tidak dibayarkan, padahal kami tetap bekerja seperti biasa,” ujar Aida, koordinator aksi.

Aksi ini mendapat respons serius dari manajemen rumah sakit. Setelah dua hari berunding, kedua belah pihak akhirnya menyepakati solusi melalui nota kesepahaman (MoU).

Komitmen Tertulis Jadi Solusi

Perwakilan sukwan, Prakoso Aji Sasmito, mengapresiasi sikap terbuka pihak rumah sakit yang bersedia mendengarkan keluhan mereka.

“Kami bersyukur ada komitmen nyata, meskipun pembayaran akan dilakukan secara bertahap. Yang penting, sudah ada hitam di atas putih,” kata Prakoso saat diwawancarai wartawan, Rabu (11/6/2025).

BPJS Tak Dibayar Selama 16 Bulan, Sukwan RS Sintang Selesai
BPJS Tak Dibayar Selama 16 Bulan, Sukwan RS Sintang Selesai

Baca Juga: Sabar dan Reza Tetap Profesional, Setia pada Sponsor

MoU tersebut menjadi dasar bagi para sukwan untuk kembali bekerja secara normal. Pasca-penandatanganan, seluruh relawan langsung kembali bertugas, dan aktivitas pelayanan di rumah sakit berjalan kondusif.

Pihak Rumah Sakit Jelaskan Kendala Administrasi

Menanggapi tuntutan tersebut, pihak rumah sakit melalui Lettu Ckm drg. Agung Ariesta Dheona menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran bukan karena kelalaian, melainkan prosedur keuangan militer yang ketat.

“Proses pencairan dana di rumah sakit militer berbeda dengan rumah sakit umum. Semua harus melalui pertanggungjawaban lengkap (SPJ), dan dana yang tersedia juga terbatas,” jelas Agung.

Meski begitu, ia memastikan bahwa pihaknya akan berupaya memenuhi kewajiban pembayaran sesuai kesepakatan.

Apa Dampaknya bagi Layanan Kesehatan?

RS Tingkat IV Sintang mengandalkan sekitar 115 tenaga sukarelawan untuk mendukung operasional rumah sakit. Saat aksi berlangsung, separuh dari mereka turun ke jalan, namun layanan tetap berjalan berkat dukungan tenaga medis militer dan Denkesyah.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, diharapkan tidak ada lagi gangguan dalam pelayanan kepada masyarakat. Para sukwan juga berharap komitmen ini tidak hanya sekadar janji, tetapi benar-benar direalisasikan.

Konflik antara sukwan dan manajemen RS Sintang menjadi pelajaran penting tentang perlunya transparansi dan komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan institusi. Dengan adanya MoU, diharapkan hak-hak para relawan terpenuhi tanpa mengorbankan pelayanan kepada pasien.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *