Info Sintang – SMP Panca Setya Sintang semakin menegaskan komitmennya dalam meningkatkan minat baca dan keterampilan literasi siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Program ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan budaya membaca, tetapi juga mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, dan kreativitas siswa di era digital.
Kepala SMP Panca Setya, Drs. H. Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi membaca dunia dan memahami konteks di sekitar. Oleh karena itu, sekolah terus mengembangkan kegiatan yang bersifat interaktif dan menyenangkan bagi siswa.
“Literasi itu penting agar siswa tidak hanya pintar membaca, tapi juga mampu mengkritisi informasi dan mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Fauzi, Kamis (17/10).
Ragam Kegiatan Literasi
SMP Panca Setya melaksanakan berbagai program literasi yang menyasar semua jenjang kelas. Beberapa di antaranya:
-
Reading Corner dan Perpustakaan Mini – Ruang baca yang nyaman dengan koleksi buku fiksi dan nonfiksi, serta majalah pendidikan untuk mendorong siswa membaca di waktu luang.
-
Jurnal Literasi Siswa – Setiap siswa didorong membuat catatan harian atau artikel pendek tentang pengalaman belajar dan kegiatan sekolah.
-
Debat dan Diskusi Literasi – Kegiatan ini melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta argumentasi berbasis fakta.
-
Lomba Menulis Cerita dan Esai – Menjadi ajang siswa menyalurkan kreativitas dan menulis sesuai tema tertentu.
Selain itu, sekolah juga memanfaatkan teknologi digital, seperti platform e-book dan aplikasi literasi interaktif, agar literasi tidak berhenti di buku cetak saja.
Peran Guru dan Orang Tua
Menurut H. Fauzi, guru memiliki peran penting sebagai fasilitator dan motivator literasi. Guru tidak hanya mengawasi kegiatan membaca, tetapi juga memberikan feedback dan mengapresiasi karya siswa.
“Selain guru, dukungan orang tua juga sangat penting. Orang tua diharapkan membiasakan anak membaca di rumah dan mendorong diskusi ringan tentang buku atau berita,” jelas Fauzi.

Baca juga: Pemkab Sintang Lakukan Pemetaan Tenaga Non ASN Potensial
Dampak Gerakan Literasi
Sejak diterapkannya Gerakan Literasi Sekolah, SMP Panca Setya mencatat peningkatan signifikan dalam minat baca dan kemampuan menulis siswa. Banyak siswa yang aktif mengikuti lomba menulis tingkat kecamatan dan provinsi, bahkan beberapa karya berhasil dipublikasikan di media lokal.
Salah seorang siswa kelas VIII, Rina Septiani, mengaku lebih tertarik membaca sejak adanya program ini.
“Dulu saya malas baca buku, tapi sekarang malah senang menulis cerita dan ikut lomba menulis di sekolah,” ujarnya.
Harapan Sekolah
H. Fauzi berharap gerakan literasi ini dapat menjadi budaya sekolah yang berkelanjutan. Selain meningkatkan kemampuan akademik, literasi juga membentuk karakter, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis siswa.
“Kami ingin SMP Panca Setya menjadi sekolah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki generasi muda yang kreatif, kritis, dan mencintai literasi,” tutup Fauzi.
Dengan langkah-langkah tersebut, SMP Panca Setya Sintang menjadi contoh nyata implementasi literasi di sekolah menengah pertama, mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global sekaligus menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini.
















