Info Sintang – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, memberikan bantuan teknologi tepat guna (TTG) kepada masyarakat di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari program “Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset dan Inovasi”, yang bertujuan untuk mendorong penerapan hasil riset perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Serah Terima di Balai Desa Sintang
Acara penyerahan bantuan TTG berlangsung di Balai Desa Jerora, Kecamatan Sintang, pada Rabu (15/10), dan dihadiri oleh perwakilan Kemendikbudristek, unsur Forkopimda Sintang, akademisi, serta kelompok masyarakat penerima manfaat.
Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Hendra Setiawan, mengatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi sesuai kebutuhan masyarakat.
“Bantuan teknologi tepat guna ini diharapkan bisa membantu masyarakat pedesaan meningkatkan produktivitas ekonomi, khususnya dalam sektor pertanian dan pengolahan hasil bumi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Sintang dipilih sebagai salah satu lokasi penerima karena memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan masyarakat yang terbuka terhadap inovasi.
Bentuk Teknologi yang Diberikan
Bantuan yang diserahkan mencakup berbagai alat produksi berbasis teknologi sederhana namun efisien, seperti mesin pencacah pakan ternak, alat pengering hasil pertanian tenaga surya, dan mesin pengolah limbah organik menjadi pupuk kompos.
Selain itu, tim akademisi dari Universitas Tanjungpura dan Politeknik Negeri Pontianak turut dilibatkan dalam pelatihan penggunaan alat-alat tersebut kepada kelompok tani dan UMKM penerima bantuan.
“Teknologi yang diberikan tidak hanya fokus pada efisiensi produksi, tapi juga ramah lingkungan dan mudah dirawat oleh masyarakat desa,” jelas Prof. Rina Marlina, dosen pendamping dari Universitas Tanjungpura.

Baca juga: Sintang Siap Menata Taman Kota Kerjasama Melalui CSR
Apresiasi dari Pemerintah Daerah Sintang
Bupati Sintang yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang, Yohanes Andi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kemendikbudristek atas kepedulian terhadap masyarakat di wilayahnya.
“Program ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sintang untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Kami berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan program ini agar manfaatnya dirasakan secara luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan teknologi tepat guna ini menjadi langkah penting untuk mempercepat transformasi ekonomi di desa, terutama dalam menghadapi tantangan pasca-pandemi dan perubahan iklim.
Dampak Langsung bagi Masyarakat
Salah satu penerima bantuan, Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Jerora, mengaku sangat terbantu dengan alat pencacah pakan ternak yang mereka terima.
“Selama ini kami mencacah pakan secara manual yang memakan waktu lama. Dengan mesin ini, pekerjaan jadi lebih cepat dan hasilnya juga lebih banyak,” kata Anton, ketua kelompok tani tersebut.
Ia berharap pelatihan yang diberikan dapat terus berlanjut agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal dan bahkan mengembangkan inovasi baru sesuai kebutuhan lokal.
Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
Kemendikbudristek menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari rangkaian program jangka panjang untuk mendorong kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dan masyarakat.
“Setiap tahun, kami akan melakukan monitoring dan evaluasi agar teknologi yang diterapkan benar-benar memberikan dampak sosial dan ekonomi,” tegas Dr. Hendra Setiawan.
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah bersama perguruan tinggi di Kalimantan Barat dapat memperkuat riset terapan yang berorientasi pada pemecahan masalah di lapangan.
Penutup
Dengan adanya bantuan teknologi tepat guna ini, masyarakat Sintang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Program ini menjadi contoh nyata bahwa hasil riset dan inovasi dari dunia pendidikan bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di daerah.
Pemerintah Kabupaten Sintang pun berharap kerja sama ini dapat diperluas ke sektor lain seperti perikanan, energi terbarukan, dan pengolahan limbah, sehingga teknologi menjadi alat pemberdayaan masyarakat desa menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
















