Sintang – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sintang, Ny. Rosinta Jarot Winarno, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Lomba Kuliner yang berlangsung meriah di halaman Gedung Pancasila Sintang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat sekaligus ajang menggali potensi kuliner lokal.
Ajang Kreativitas dan Pemberdayaan Perempuan
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Sintang menyebut lomba kuliner ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga wadah kreativitas, inovasi, dan semangat gotong royong masyarakat.
“Melalui lomba ini, kita bisa melihat bahwa ibu-ibu di Sintang memiliki potensi luar biasa dalam mengolah bahan makanan lokal menjadi menu bernilai jual tinggi. Ini selaras dengan misi PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Dorong Promosi Kuliner Lokal
Kegiatan ini menghadirkan beragam sajian khas Sintang, mulai dari olahan ikan sungai, umbi-umbian, hingga kuliner tradisional yang jarang ditemui di pasaran. Ketua TP PKK berharap kegiatan ini menjadi pintu masuk untuk lebih serius mengembangkan sektor kuliner lokal sebagai bagian dari promosi pariwisata daerah.
“Jika kuliner khas kita dikembangkan dengan baik, maka akan menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Sintang. Hal ini sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Baca juga: Senam Massal RRI Fest 2025 di RRI Sintang
Antusiasme Peserta dan Masyarakat
Puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Sintang ikut serta dalam lomba ini. Mereka tidak hanya menampilkan kreativitas rasa, tetapi juga memperhatikan tampilan estetika dan nilai gizi. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang datang mencicipi aneka hidangan sekaligus memberikan dukungan kepada peserta.
Salah satu peserta, Yuliana dari Kecamatan Kelam Permai, mengaku senang bisa ikut serta. “Kami berusaha menghadirkan sajian yang unik, berbahan dasar lokal, agar masyarakat semakin mencintai makanan khas daerah sendiri,” ungkapnya.
PKK Siap Lanjutkan Program Pemberdayaan
Ketua TP PKK Sintang menegaskan, kegiatan seperti lomba kuliner akan terus digalakkan sebagai bagian dari program pemberdayaan keluarga. Selain melatih kreativitas, ajang ini juga mempererat kebersamaan antaranggota PKK dan masyarakat.
“PKK hadir untuk memberi ruang bagi perempuan berdaya, salah satunya lewat kuliner. Harapan kami, ibu-ibu tidak hanya pintar memasak untuk keluarga, tetapi juga bisa menjadikannya sebagai peluang usaha,” tegas Rosinta.
Penutup
Lomba kuliner di Sintang ini menjadi bukti bahwa kuliner lokal dapat dikemas menarik dan berdaya saing tinggi. Dengan dukungan TP PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat, potensi kuliner khas Sintang diyakini bisa berkembang pesat, tidak hanya sebagai identitas budaya, tetapi juga penggerak ekonomi keluarga dan daerah.
















