Info Sintang – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendapat kehormatan besar ketika menjadi salah satu pemimpin dunia yang menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Dalam agenda sidang tersebut, Prabowo mendapat giliran pidato urutan ketiga, sebuah posisi yang jarang diberikan kepada negara berkembang.
Indonesia Diberi Panggung Strategis
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengaku merasa terhormat. Ia menegaskan bahwa kesempatan ini menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap posisi Indonesia dalam kancah global.
“Bisa berbicara di urutan ketiga dalam Sidang Majelis Umum PBB adalah suatu kehormatan yang besar, bukan hanya bagi saya pribadi, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya di hadapan para pemimpin dunia.
Menurut Prabowo, penempatan urutan pidato tersebut mencerminkan penghargaan atas peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian, kerja sama multilateral, dan diplomasi internasional.
Fokus pada Perdamaian dan Kemanusiaan
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia, terutama dalam menyikapi berbagai konflik global yang masih berlangsung, seperti di Timur Tengah dan Ukraina.
“Indonesia percaya bahwa perdamaian bukan hanya sekadar cita-cita, melainkan keharusan. Kita tidak boleh membiarkan perang, kebencian, dan ketidakadilan terus berlanjut,” tegasnya.
Ia juga menyinggung posisi Indonesia yang siap berperan lebih besar dalam misi kemanusiaan internasional, termasuk pengiriman pasukan perdamaian dan bantuan bagi negara-negara terdampak krisis.

Baca juga: Dinkes Sintang Lakukan Surveilans Penyakit Campak
Isu Lingkungan dan Ketahanan Pangan
Selain isu perdamaian, Presiden Prabowo menyoroti persoalan perubahan iklim, ketahanan pangan, dan energi berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kerja sama antarnegara untuk menghadapi tantangan global yang saling berkaitan.
“Ketahanan pangan adalah kunci bagi stabilitas dunia. Indonesia berkomitmen untuk memperkuat sektor pertanian berkelanjutan dan siap bekerja sama dengan negara lain demi mewujudkan dunia yang bebas dari kelaparan,” paparnya.
Apresiasi Dunia untuk Indonesia
Kehadiran Prabowo dalam sidang tersebut mendapat perhatian luas. Sejumlah diplomat asing menilai pidato Presiden Indonesia kali ini menampilkan sikap tegas sekaligus inklusif, mencerminkan peran Indonesia sebagai jembatan antara negara maju dan negara berkembang.
Prabowo juga menerima apresiasi atas penekanannya pada nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas global. “Indonesia dipandang sebagai suara yang menyejukkan dalam dunia yang penuh ketegangan,” ujar salah satu pengamat diplomasi internasional.
Harapan untuk Peran Indonesia di Dunia
Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus aktif dalam menjaga perdamaian, memperkuat kerja sama internasional, serta mendorong dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.
“Kami percaya, dengan persatuan, keberanian, dan kerja sama, umat manusia bisa menghadapi segala tantangan. Indonesia siap menjadi bagian dari solusi, bukan masalah,” tutupnya disambut tepuk tangan para delegasi.
















