Sintang – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) kembali mencetak prestasi dengan menggagalkan upaya penyelundupan narkoba di wilayah perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar). Aksi cepat pasukan yang bertugas menjaga kedaulatan negara ini berhasil mencegah peredaran barang haram yang diduga berasal dari negara tetangga.
Kronologi Penangkapan
Kejadian bermula saat tim patroli Satgas Pamtas melakukan pengawasan rutin di jalur tikus yang kerap digunakan untuk aktivitas ilegal. Pada malam hari, petugas mencurigai seorang pria yang melintas dengan membawa tas ransel besar. Saat diperiksa, ditemukan paket berisi serbuk putih yang diduga narkoba jenis sabu.
“Pelaku mencoba melarikan diri ketika dihentikan, namun berhasil diamankan oleh anggota di lapangan,” ujar Komandan Satgas Pamtas dalam konferensi pers.
Barang bukti yang diamankan mencapai beberapa kilogram sabu yang dikemas rapi untuk memudahkan distribusi.
Modus Penyelundupan
Menurut keterangan awal, narkoba tersebut diduga diselundupkan melalui jalur perbatasan non-resmi yang sulit diawasi. Para pelaku biasanya memanfaatkan kondisi geografis Kalbar yang memiliki banyak jalur tikus dan kawasan hutan lebat.
“Modus seperti ini bukan pertama kali. Mereka sengaja memilih jalur sepi, memanfaatkan gelap malam, serta menggunakan kurir lokal untuk mengelabui petugas,” tambah Danrem setempat.
Baca juga: Ketua TP PKK Sintang Apresiasi Lomba Kuliner
Kolaborasi Aparat dan BNN
Setelah penangkapan, tersangka dan barang bukti segera diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalbar untuk penyelidikan lebih lanjut. Kolaborasi antara Satgas Pamtas, Polri, dan BNN diharapkan bisa mengungkap jaringan lebih luas dari sindikat penyelundupan ini.
“Kami akan telusuri siapa saja yang terlibat, mulai dari kurir hingga jaringan pemasok. Tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan sindikat internasional,” kata Kepala BNN Kalbar.
Narkoba Ancaman Nyata di Perbatasan
Kalbar memang dikenal rawan penyelundupan narkoba karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Data BNN menunjukkan, setiap tahun aparat berhasil menggagalkan ratusan kilogram narkoba yang mencoba masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur perbatasan ini.
Masyarakat diimbau untuk ikut berperan aktif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar mereka. “Narkoba adalah ancaman nyata bagi generasi bangsa. Tidak hanya merusak individu, tapi juga bisa melemahkan ketahanan nasional,” tegas Danrem.
Apresiasi untuk Satgas Pamtas
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Selain menjalankan tugas menjaga batas negara, Satgas Pamtas dinilai mampu memberikan rasa aman dengan menggagalkan tindak kriminal lintas negara.
“Ini bukti nyata bahwa kehadiran Satgas Pamtas tidak hanya menjaga teritori, tetapi juga melindungi masyarakat dari ancaman narkoba,” ujar salah satu tokoh masyarakat Kalbar.
Dengan pengungkapan kasus ini, aparat menegaskan komitmen mereka untuk terus memperketat pengawasan di wilayah perbatasan. Targetnya, Kalbar tidak lagi menjadi pintu masuk narkoba yang membahayakan jutaan warga Indonesia.
















