Info Sintang – Warga Desa Sungai Abau menunjukkan solidaritas tinggi dengan menggelar aksi gotong royong memperbaiki jembatan penghubung yang mengalami kerusakan sejak beberapa bulan terakhir. Jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat untuk menuju sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, dan pusat aktivitas ekonomi desa.
Jembatan Rusak, Akses Warga Terganggu
Kerusakan jembatan terjadi akibat usia konstruksi yang sudah tua serta intensitas kendaraan yang melintas setiap hari. Bagian papan lantai jembatan banyak yang lapuk dan beberapa tiang penopang melemah, sehingga membuat masyarakat khawatir saat melintas.
“Kalau pagi anak-anak sekolah lewat sini. Kami takut kalau tidak segera diperbaiki, ada yang jatuh atau cedera,” ujar salah satu warga.
Kondisi jembatan yang mulai membahayakan memaksa warga mengambil inisiatif melakukan perbaikan secara swadaya sambil menunggu bantuan pemerintah.
Gotong Royong Jadi Solusi Cepat
Sejak pagi, puluhan warga terlihat membawa alat kerja seperti palu, paku, gergaji, dan mesin potong kayu. Mereka bekerja secara bergantian membongkar papan lama dan menggantinya dengan papan baru yang dibeli hasil iuran warga.
Para pemuda fokus pada pekerjaan berat seperti mengangkat kayu dan memperbaiki pondasi, sementara ibu-ibu menyiapkan makanan dan minuman untuk para pekerja.
“Kalau tidak kita, siapa lagi? Ini jembatan yang kita pakai setiap hari. Gotong royong adalah cara tercepat,” kata tokoh masyarakat setempat.

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Hibah Gereja: Eks Wabup Sintang Tersangka-VW Disita
Perbaikan Mendukung Aktivitas Ekonomi
Jembatan penghubung ini memiliki peran penting dalam pergerakan ekonomi warga. Banyak petani dan pedagang menggunakan jalur tersebut untuk membawa hasil kebun ke pusat desa maupun pasar kecamatan.
Kerusakan jembatan sebelumnya menyebabkan para petani harus memutar lebih jauh, sehingga biaya transportasi meningkat dan waktu tempuh menjadi lebih lama.
“Dengan diperbaiki, aktivitas kami jadi lancar lagi. Hasil kebun bisa cepat dibawa ke pasar,” ujar seorang petani.
Harapan Akan Bantuan Pemerintah
Meski perbaikan sementara sudah dilakukan, warga tetap berharap pemerintah daerah turun tangan untuk melakukan perbaikan permanen agar jembatan lebih kuat dan aman dalam jangka panjang.
Aparat desa menyebutkan bahwa laporan kerusakan sudah disampaikan ke pemerintah kecamatan dan kabupaten. Mereka berharap program pembangunan infrastruktur desa dapat memasukkan jembatan Sungai Abau sebagai prioritas.
“Kami sangat berharap ada pembangunan jangka panjang. Jembatan ini terlalu penting untuk hanya diperbaiki sementara,” ungkap Kepala Desa.
Gotong Royong, Cermin Kekompakan Warga
Aksi gotong royong ini menuai pujian dari banyak pihak karena menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian warga terhadap fasilitas umum. Perbaikan jembatan berhasil diselesaikan dalam satu hari meskipun masih bersifat perbaikan darurat.
Warga sepakat menjaga jembatan tersebut dan siap melakukan perbaikan lagi bila diperlukan sambil menanti pembangunan permanen.
“Gotong royong seperti ini bukan hanya memperbaiki jembatan, tetapi juga memperkuat hubungan antarwarga,” ujar seorang tokoh pemuda.
















